Bahan Pupuk Dolomit

Bahan Pupuk Dolomit – Jangan Salah Pilih Kapur Pertanian!

Banyak petani sudah menabur kapur dalam jumlah besar, tetapi pH tanah tetap rendah dan tanaman tidak tumbuh maksimal. Masalahnya sering terletak pada kualitas bahan pupuk dolomit yang digunakan, bukan pada banyaknya dosis yang ditebar di lahan.

Sebagian produk di pasaran hanya mengandung kalsium tanpa magnesium yang dibutuhkan tanaman untuk membentuk klorofil. Padahal, kualitas bahan baku pupuk dolomit yang baik seharusnya mengandung kombinasi kalsium dan magnesium seimbang.

Tanpa kandungan tersebut, pH mungkin naik sementara, tetapi pertumbuhan tanaman tetap terhambat. Karena itu, memahami standar dan asal bahan pupuk dolomit menjadi langkah penting sebelum Anda memutuskan membeli untuk kebutuhan pertanian Anda.

Dari Mana Bahan Pupuk Dolomit Berasal?

Semua pupuk dolomit berkualitas berawal dari bongkahan batu alam yang ditambang dari perut bumi. Namun, batu dolomit murni tersebut belum bisa langsung digunakan di lahan pertanian. Diperlukan proses pengolahan yang terstandar agar kandungan mineral di dalamnya benar-benar siap bekerja menetralkan tanah asam.

Tahap pertama adalah seleksi batuan dari area tambang. Batu dengan kadar kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) yang stabil dipilih untuk menjaga konsistensi mutu. Setelah itu, bongkahan dihancurkan menggunakan mesin crusher hingga menjadi ukuran lebih kecil, lalu digiling secara bertahap sampai mencapai tingkat kehalusan tertentu.

Tingkat kehalusan ini dikenal dengan istilah mesh. Semakin tinggi angka mesh, semakin halus partikel dolomit, sehingga luas permukaannya semakin besar saat bereaksi dengan tanah. Proses penyaringan dilakukan untuk memastikan ukuran partikel seragam, sehingga reaksi netralisasi pH lebih cepat dan merata di seluruh lahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top